JAKARTA - Mimpi memiliki rumah kini lebih mudah dijangkau MBR berkat KPR Subsidi.
Pemerintah menyediakan program dengan bunga tetap 5% dan cicilan ringan. Program ini membantu masyarakat memiliki rumah layak huni tanpa harus menanggung beban bunga tinggi.
KPR Subsidi diperuntukkan bagi WNI dengan penghasilan maksimal Rp8 juta per bulan. Berdasarkan regulasi PUPR, satu keluarga hanya boleh memiliki satu rumah subsidi. Program ini berbeda dari KPR komersial karena adanya subsidi bunga dari pemerintah.
Harga rumah subsidi maksimal Rp169,5 juta, termasuk tanah dan bangunan. Rumah tipe minimal 36/60 m² menjadi standar, namun beberapa pengembang menawarkan Tipe 30/60 atau 36/72. Rumah ini biasanya dilengkapi 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu, dapur, dan carport.
Syarat dan Dokumen Pengajuan
Calon debitur wajib memenuhi syarat agar pengajuan KPR disetujui. Persyaratan utama meliputi usia minimal 21 tahun, belum memiliki rumah, dan penghasilan maksimal Rp8 juta per bulan. Debitur juga tidak boleh sedang menerima KPR di bank lain.
Dokumen yang harus disiapkan antara lain KTP, KK, surat nikah (jika sudah menikah), NPWP, slip gaji tiga bulan terakhir, dan rekening koran. Pas foto terbaru, akta kelahiran anak (jika ada), serta surat pernyataan belum menerima subsidi sebelumnya juga diperlukan. Pekerja wiraswasta perlu menyiapkan SIUP, TDP, atau bukti usaha beserta laporan keuangan sederhana.
Proses pengajuan memerlukan kelengkapan dokumen agar bank dapat melakukan verifikasi cepat. Bank akan menilai kelayakan finansial dan riwayat kredit debitur. Persiapan matang meningkatkan peluang persetujuan hingga 90%.
Besaran DP, Biaya Awal, dan Suku Bunga
DP minimal 1% dari harga rumah menjadi keunggulan utama KPR Subsidi. Misalnya rumah seharga Rp150 juta, DP yang harus disiapkan hanya Rp1,5 juta. Bandingkan dengan KPR komersial yang biasanya mematok DP 10–20% dari harga rumah.
Selain DP, calon debitur harus menyiapkan biaya tambahan sekitar Rp8–12 juta. Biaya mencakup provisi bank, administrasi, appraisal, asuransi, notaris, BPHTB, dan biaya lain-lain. Biaya total bergantung plafon kredit dan kebijakan bank penyalur.
Suku bunga KPR Subsidi tetap 5% per tahun selama tenor kredit. Fixed rate ini membuat cicilan bulanan tidak naik meski kondisi ekonomi berfluktuatif. Hal ini memberikan kepastian perencanaan keuangan jangka panjang bagi debitur.
Simulasi Cicilan dan Perbandingan Tenor
Berikut simulasi cicilan KPR Subsidi 2026 berdasarkan harga rumah, DP, dan tenor. Simulasi membantu calon debitur memahami kemampuan bayar bulanan.
| Harga Rumah | DP 1% | Plafon KPR | Suku Bunga | Tenor | Cicilan Per Bulan | Rasio Gaji |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Rp150.000.000 | Rp1.500.000 | Rp148.500.000 | 5% | 15 tahun | ±Rp1.170.000 | 29,3% |
| Rp150.000.000 | Rp1.500.000 | Rp148.500.000 | 5% | 20 tahun | ±Rp980.000 | 24,5% |
| Rp169.500.000 | Rp1.695.000 | Rp167.805.000 | 5% | 15 tahun | ±Rp1.320.000 | 26,4% |
| Rp169.500.000 | Rp1.695.000 | Rp167.805.000 | 5% | 20 tahun | ±Rp1.107.000 | 22,1% |
Tenor 15 tahun menghasilkan cicilan lebih tinggi namun total bunga lebih rendah. Tenor 20 tahun cicilan bulanan lebih ringan namun total bunga sedikit lebih besar. Pilih tenor sesuai kemampuan bayar bulanan, bukan hanya total bunga.
Bank Penyalur, Prosedur, dan Tips Persetujuan
Bank penyalur resmi KPR Subsidi meliputi BTN, Mandiri, BRI, BNI, dan BSI. Proses persetujuan memakan waktu 2–4 minggu tergantung kelengkapan dokumen. Setiap bank memiliki prosedur tambahan, namun syarat umum hampir sama.
Tahapan pengajuan dimulai dari survey lokasi, booking fee, pengumpulan dokumen, verifikasi bank, hingga akad kredit dan serah terima kunci rumah. Cicilan pertama biasanya dimulai bulan berikutnya setelah akad. Memahami prosedur ini membantu debitur menyiapkan dana dan dokumen secara tepat.
Tips agar pengajuan disetujui: periksa riwayat kredit, jangan melebihi rasio cicilan maksimal 30–40%, pastikan penghasilan stabil. Pilih pengembang terpercaya dan hindari mengajukan ke banyak bank sekaligus. Cadangan dana 3–6 bulan cicilan sangat penting untuk kondisi darurat.
KPR Subsidi berbeda dengan KPR komersial pada harga rumah, DP, suku bunga, syarat penghasilan, dan tenor maksimal.
Dengan persiapan matang, rumah impian MBR menjadi lebih mudah dijangkau. Memilih bank dan tenor sesuai kemampuan memastikan pembayaran cicilan lancar tanpa masalah.